Home | Login | Testimoni | SILABUS-RPP SMA

December 28, 2007

PERJALANAN

Filed under: Sajak Gelap - gempur @ 14:29

Dentang lonceng menandai kudusnya malam
Senandung pujian bergema. Berucap panjaga Tuhan:

"Dengan nama keilahian manusia, hentikan pertumpahan darah, hentikan nafsu amarah merajalela. Atas nama perdamaian dan kemanusiaan, sebarkanlah pesan Tuhan ke bilik-bilik terkecil derita manusia yang hina dan terhina. Demi kesucian Tuhan, basuh dan sucikanlah jiwa-jiwa yang merana terbuang, lepaskan mereka dari kubangan lumpur hidup dan pancarkan sinar terang",

Baca Selengkapnya

-->

December 25, 2007

BALADA ISA TERASING TERPENJARA

Filed under: Sajak Gelap - gempur @ 1:12

BALADA ISA TERASING TERPENJARA

Selalu saja ia tertikam gelisah
Detik-detik yang semestinya biasa
Menjadi tak terarah dan bermakna salah
Kerumunan berarak-arak memadati kota, desa, lembah, ngarai, gunung
Bagai domba-domba gembala Isa berlarian tak terarah
Memadati pada liar.
Bunyi bersahutan memenuhi udara.

Isa tertegun gulana,
Baca Selengkapnya

-->

December 19, 2007

Padamu Ibu

Filed under: Aku dan Pikiranku, Sketsa, Aktifitas - gempur @ 20:47

ass.pak.. gni ni pak tgl 30 des. mamakq ultah…
aq bngung maw ksih surprise pa untuk beliau…
beliau adlah org tersabar sedunia bagiku…
aq sangat menyayanginya lebih dari driku sendri…
diultah nya yg ke 44 ini aku pgn bgt m’bwat beliau bahagia…
kira2 aku ngasih kado apa ya pak?????? thx be4..

[dari Jay Mini siswi saya yang lucu]

Kalimat ini ada di blog saya di bagian konsultasi. Saya tak menyangka akan mendapat pertanyaan sesulit ini. Sejujurnya, saya terharu dengan pertanyaan ini. Menjadikan diri saya menjadi orang yang ternaif, karena orang yang paling dingin dalam keluarga adalah saya.

Baca Selengkapnya

-->

December 16, 2007

Terkaya di atas Penderitaan

Filed under: Aku dan Pikiranku - gempur @ 21:03

Diambil dari Liputan6 Seperti dilansir berbagai media, salah satunya SCTV, maaf, gambarnya saya comot lagi, mohon keihlasannya yang memberitakan Aburizal Bakrie Group sebagai yang nomor wahid kekayaannya. Salah satunya disebabkan meroketnya saham PT. Bumi resources hingga enam kali lipat. Gencarnya pemberitaan media ini setelah Forbes Asia mengumumumkan 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2007. [Daftar List Orang Terkaya Forbes].

Berita ini kontan menjadikan sentimen negatif terhadap ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie, meningkat tak hanya di dunia maya, juga di benak segenap hati manusia Indonesia yang simpatik dan prihatin terhadap korban Lapindo.

Baca Selengkapnya

-->

December 14, 2007

Impor Kondom: Wek Wek Juh

Filed under: Aku dan Pikiranku - gempur @ 13:04

Diambil dari Liputan6.comBukannya latah dengan pemberitaan media yang gencar menayangkan 1 kontainer kondom bekas di tahan oleh bea cukai di pelabuhan Tanjung Priok dengan bobot 28 ton. Tapi, terus terang lebih karena kemuakan saya mendengarnya di saat makan malam menemani istri saya buka puasa. [Mode Bijak lagi OFF] :-(

Apa Indonesia sudah kehabisan bahan baku karet sampe kudu impor dari luar negeri, gilanya lagi karet bekas, lebih gila lagi, kondom bekas. Peduli setan dengan kata IDI bahwa kondom bekas itu bebas penyakit. Lha wong menteri keuangan aja bergidik apalagi yang bukan menteri. Entahlah, kadang-kadang saya capek melihat ulah importir yang kelewatan seperti ini.

Hampir tak berjalan logika saya untuk bisa menerimanya. Andaikata saya punya perbendaharaan ‘umpatan’ yang bertumpuk-tumpuk memenuhi Indonesia, mungkin sudah layak saya ‘tumpahkan’ untuk mengubur hidup-hidup sang importir dan mereka yang terkait dengan import kondom bekas itu.

Baca Selengkapnya

-->

December 9, 2007

Awas Bagi yang Jantungan dan yang Capek Miskin!

Filed under: Aktifitas - gempur @ 22:26

Minggu siang saya dikejutkan oleh sebuah kupon yang dibawa oleh salah seorang teman saya. Sengaja saya minta datang ke rumah untuk membantu saya kirim komputer pesanan rekan yang sudah tak sabar menunggu sejak tiga hari sebelumnya. Setelah salam, langsung nyelonong dan tanpa ba bi bu langsung mengeluarkan dompet dan bilang: ”jangan ngomong siapa-siapa ya, mas! Cukup sampeyan saja yang tau!” Tangannya mengulurkan kupon yang dilaminating bertuliskan: ”Selamat Anda beruntung mendapatkan 1 unit Mobil Toyota Avanza”.

Baca Selengkapnya

-->

December 6, 2007

Pahlawan Lingkungan Sejak Lama

Filed under: Aktifitas - gempur @ 20:54

Sosok yang satu ini bagi saya pribadi adalah sosok yang sederhana, bahkan sangat. Di tengah gencarnya promosi dan banting harga dealer-dealer motor, tak menjadikannya berpindah alat transportasi. Kesahajaannya layak mendapat acungan jempol dari saya. Bahkan, jika saya dikaruniai lebih dari dua jempol jari, akan saya acungkan semuanya. Meski ada dua jempol di jari kaki, tapi sejujurnya, saya gak bisa mengangkatnya, juga kurang sopan. ;-)

Sosok ini bernama lengkap DELVI JANUREKA CHRISTANTI adalah salah seorang murid di SMA Negeri 11 Surabaya tempat saya nongkrong tiap hari. Pemalu dan pendiam adalah karakternya, tampak pada saat pemotretan untuk model blog saya. ;-)

Baca Selengkapnya

-->

December 1, 2007

Menyikapi Hari AIDS sedunia: Jauhi Seks Bebas dan Segera Tobat atau Mari Berdo’a Bersama Mengundang Bencana

Filed under: Aku dan Pikiranku - gempur @ 11:48

Saya tak paham betul dengan hari AIDS sedunia, ini gara-gara tulisan mas Yuki di TPC yang menyoal AIDS korelasinya dengan kehidupan masa kini yang menghalalkan em-el sebagai salah satu bumbu pacaran yang wajib. Gila saya pikir!

Ketika saya kenal kata-kata AIDS, terus terang saya tak tahu betul apa artinya, penyakit model apa lagi ini, trus yang bikin sebel lagi kepanjangan dari AIDS sendiri sampai sekarang saya tak tahu. [mode oon lagi on] pun tak ada upaya dalam diri saya untuk mencari tau apa sih AIDS itu. [ketawa keras jungkir balik]

Sudahlah, saya capek tak tau apa itu AIDS, anggap saja saya tau banyak tentangnya. Sependek pengetahuan saya, di papua, yang namanya seks bebas sudah menjadi sistem nilai, sistem sosial yang berlaku yang tidak diharamkan seperti dalam Islam, Kristen dan agama-agama lainnya. Jadi, ternyata seks bebas tak hanya klaim milik orang barat. Apa yang salah? Sistem nilainya? Sistem sosialnya?

Baca Selengkapnya

-->

November 30, 2007

Untuk Sang Kenangan [bag.3]

Filed under: Menyambut Hujan - gempur @ 16:56

[Episode: Hari Tercerah di Musim Penghujan]

Mendung masih saja menggelayut, butir-butir air menetes jatuh dari langit, aku dan kau duduk di beranda. Duduk di bawah beralas tikar. Semilir angin dingin menyentuh dan membelai tubuh kita.  Kunikmati secangkir kopi untuk sekedar menghangatkan tubuh dan mengurangi galaunya hati dan jantung yang berdegup kencang.

Ternyata aku salah besar. Kopi buatanmu semakin memompa detak jantungku. Aku gelisah malu dan salah tingkah di hadapanmu. Kau begitu tenang, bahkan tanpa ekspresi.

Satu tujuanku mendatangimu kala itu, ingin kukatakan padamu bahwa aku sangat mencintaimu.

Tapi, sepertinya engkau sudah tau maksud kedatanganku. Engkau tetap seperti biasa menerimaku tanpa perubahan yang mencolok, tak seperti diriku yang salah tingkah dan gelisah. Sebentar selonjorkan kaki, sebentar kemudian bersila kembali, kadang seperti orang nyangkruk atau ngangkring, sementara kau hanya tersenyum *mungkin geli * melihatku.

Masih ingatkah kau?! Ketika hendak kukatakan cinta yang keluar dari lubuk hati terdalamku, kukatakan: “Akuuu.. emmhh…”, dalam keraguan dan ketakutan tertolak, sesuatu menyengat tenggorokanku. Mungkin wajahku pucat pasi di depannya, keringat dingin mulai membasahi krah bajuku. Aku coba teruskan kalimatku, mataku seperti memelas menyampaikan pesan rahasia yang tak terungkap, entah, tiba-tiba kau tegakkan telunjukmu di depan bibirku dan kau katakan dalam lirih: “Aku sudah tau. Jangan mencederainya dengan mengatakannya!…. Cukup kita rasakan dan biarlah ia mengalir mengisi hari-hari pendek yang kita miliki…. Percayalah, aku mengerti betul apa yang kau dan aku rasakan, tak perlu kau katakan. Aku takut kita tak mampu menyangganya!… Aku menerimamu apa adanya sebagaimana dirimu menerimaku selama ini..”

Entah dorongan dari mana, jantungku seperti berhenti berdetak, aku merasa melesat menembus mega-mega, terbang di gumpalan awan dan akhirnya jatuh tersungkur, sujud di atasnya. Benar-benar dunia dalam genggamanku. Lemas sudah seluruh persendianku, kelegaaan, keluasan memenuhi ruang hatiku. Aku terkulai bersandar dinding menatap sungging senyum di ujung bibirmu.

Sekali lagi, aku tenggelam dalam pesona kearifanmu.

Hari-hari setelah itu sungguh hari-hari yang paling membahagiakan untuk kita berdua, dengannya kita mampu menepis semua derita. Kita habiskan waktu-waktu dengan diskusi dan canda. Kita bicara cinta, dari Plato hingga tragedi Kahlil Gibran. Kurasakan kekuatan pikiranmu di sela lembutnya rasa dan garis tegas pemisah antara kau dan gadis seusiamu. Aku tenggelam dalam cintamu.

Kita mendiskusikan bagaimana Shakespeare dengan ’hamlet-nya menyihir eropa. Engkau masih sejalan denganku. Tapi, aku begitu terkejut, kulihat tatapan sinismu saat kuceritakan jalan cinta Romeo dan Juliet. Kudengar dengan jelas komentar singkatmu. “Sampah!”. Aku tersentak kaget, bagaimana mungkin seorang yang kukenal begitu arif dan bijak serta dewasa sepertinya mengeluarkan kata-kata sinis dan pedas. Bagiku sangat menusuk, kukatakan padanya: “Maksudmu?!” Kulihat bibirmu lirih mengatakannya, “Entahlah, aku merasa sangat picisan cintanya, perjuangannya layak mendapat pujian dan hujan air mata sedunia, tapi, untuk endingnya, kurasa terlalu naif, sayang perjuangan seberat itu harus diakhiri dengan kebodohan”.
“Tidakkah kau melawan arus dunia?” aku menyela.
“Peduli apa pada pandangan dunia tentang pendapatku, aku setuju atau menolak atau simpati tak ada pengaruhnya. Percayalah, tak ada resiko melawan mainstream dalam hal ini.” Katanya dengan penuh santun dan bijak.

Aku semakin kagum padamu, capek bicara shakespeare, kita bicara tentang filsafat keindahan milik M.Iqbal, sastrawan pakistan yang heboh dengan paham bersatunya India dan Pakistan, tak jauh darinya, kita bicara Rabindranath Tagore dengan Gitanjali-nya. Ah, kau sungguh teman bicara dan diskusi yang luar biasa, bukan hanya karena cintaku padamu, tapi, luasnya wawasanmu membuatku mengukuhkan diri sebagai pangeran paling bahagia di dunia.

Aku tenggelam dalam lautan cinta
Aku mabuk asmara luar biasa

Engkau meninggalkan selaksa keindahan, pesona dan keagungan…
Aku menunggumu dalam hujan…

[bersambung]

 

Untuk Sang Kenangan [bag.2]  -   Untuk Sang Kenangan [bag.1] 

-->

November 27, 2007

Ganti Kepala

Filed under: Aktifitas - gempur @ 15:33

Sudah hampir setahun sudah kepala [baca: header] blog dibawah ini menemani saya, banyak suka duka yang saya alami bersamanya. Termasuk yang paling parah dianggap plagiat untuk menyamai ketenaran sang bapak blog Indonesia, Mas Enda. Batin saya mengatakan, "Gila lu! mbok ya ngaca kalo nembak orang lain". Hati kecil saya balik menjawab: "Bukan salahmu pakai nama itu, hanya sekedar kebetulan sama, dan kamu gak ada niatan untuk njiplak apalagi untuk menyamai ketenaran seseorang, jauh dari itu semua. Udah gak usah ribut, pakai aja dulu, ntar kalo ada waktu senggang ganti nama dan kepala juga"

Nama itu saya pakai untuk memprovokasi siswa-siswi saya agar mau nge-blog dan tentunya agar terdengar bombastis. Bagi yang pertama kali melihatnya, pasti akan tertawa dan tersenyum, dan ini sudah terbukti pada ratusan siswa yang ngeblog untuk pertama kalinya.

Setelah sekian lama, akhirnya saya putuskan untuk mengistirahkan kepala saya yang satu ini. Pening, Pusing tapi akhirnya harus istirah untuk suatu ketika fresh kembali. Kepala itu juga yang menyimbolkan kadar narsis saya yang sangat tinggi. Begitu komentar siswa, setiap kali mengunjungi blog saya.

Pada suatu ketika terjadi dialog dengan mantan siswa yang sudah lulus, saya katakan pada mereka, nge-blog itu enak, manfaat yang paling tak bisa dibantah adalah mendokumentasikan sesuatu yang remeh dan kecil yang seringkali kita lupakan tapi amat bermakna.  Alangkah sayangnya remah-remah yang remeh itu tak kita pungut untuk menggambarkan diri kita, mewakili sosok kita di masa lampau, saat kita sudah ada di masa depan.

Alangkah sayang jika hanya mengenal seorang fulan dari cerita istrinya, anaknya, bapaknya, ibunya atau siapa saja yang pernah mengenal dirinya. Alangkah baik, jika kemudian mengenal fulan dari aktifitasnya, pemikirannya, tulisannya dan jejak langkah yang ditinggalkannya. 

Dialog inilah yang kemudian saya rekam dalam kepala saya dan saya coba wujudkan menjadi kepala blog saya. Mudah-mudahan memberi makna dan berkah bagi siapa saja yang pernah melihat dan mendengarnya. Saya katakan pada para mantan siswa saya tersbut: "Melalui blog, kamu akan temukan puzzle demi puzzle dari seorang fulan yang lantas engkau susun membentuk kesatuan yang utuh dari makhluk yang bernama manusia dan kemanusiaan".

-->
«« Previous posts    Next posts »»

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph