Home | Login | Testimoni | SILABUS-RPP SMA

June 30, 2008

Prediksi PSB Online 2008 Jenjang SMP Kota Surabaya

Filed under: Aku dan Pikiranku, Sketsa, Siswa, Guru, Aktifitas, Belajar - gempur @ 15:24

Pada tulisan pertama, saya mengupas prediksi nilai UN SMP 2008 Surabaya yang dapat di terima di SMA Negeri Surabaya. Kali ini, prediksi nilai UASBN 2008 yang dapat diterima di SMP negeri Surabaya. Silakan cermati tabel di bawah ini.

Statistik Nilai UASBN SD Surabaya 2008

Rentang Nilai

Jumlah Siswa

Urut Awal

Urut Akhir

% dr total PST UASBN

% dr total Pagu

29,00 – 29,55

62

siswa

1

62

0,15%

0,49%

28,00 – 28,95

787

siswa

63

849

1,89%

6,24%

27,00 – 27,95

2309

siswa

850

3158

5,54%

18,30%

26,00 – 26,95

3473

siswa

3159

6631

8,33%

27,53%

25,00 – 25,95

3985

siswa

6632

10616

9,56%

31,59%

24,00 – 24,95

4129

siswa

10617

14745

9,90%

32,73%

23,00 – 23,95

4072

siswa

14746

18817

9,77%

32,28%

 

18817

siswa

 

 

45,14%

149,15%

Total Peserta UASBN Sby

41687

siswa

 

 

100,00%

330,43%

Pagu SMP

12616

siswa

 

 

30,26%

100,00%

 

SUMBER DATA: http://psbsby-online.net/

OLAH DATA: GEMPUR MEDIA

Berdasarkan data di atas, Pagu [daya tampung] SMP negeri di Surabaya sejumlah 12.616 siswa, sementara jumlah siswa SMP mencapai angka 41.687 siswa. Jelas sekali bahwa daya tampung SMP negeri jauh dari kemampuan untuk menampung seluruh lulusan SD, hanya sekitar 30,26%.

Untuk mempermudah prediksi, saya hanya menghitung rentang nilai hanya sampai pada nilai 23, karena jumlah siswa pada nilai ini sudah mencapai angka 18.817 siswa. Artinya, jumlah ini sudah melampaui pagu SMP negeri 149,15%. Jadi, mohon maaf pada orang tua yang putra-putrinya memiliki nilai NUN di bawah 23, bahwa kesempatan putra-i anda untuk masuk sekolah negeri cukup kecil.

Masih berdasarkan data di atas, sangat dimungkinkan bahwa nilai terendah yang dapat diterima di SMP negeri Surabaya berada di kisaran 23 – 24 dengan asumsi

  1. Jumlah peserta PSB sampai pada nilai 23 sebanyak 18.817 siswa
  2. Kuota 5% untuk siswa luar kota terpenuhi
  3. Siswa di rentang nilai 23-28 yang tidak mendaftar ke negeri sebesar 20%
  4. Siswa tidak diterima di SMP Negeri karena kesalahan pilihan sebesar 5%
  5. Siswa tidak mendaftar ulang karena satu dan lain hal sebesar 1-2 %
  6. faktor x [baca: takdir Tuhan… hehehehe…]

Mudah-mudahan prediksi ini tak memengaruhi masyarakat dalam menentukan pilihan sekolah bagi putra-putrinya. Semoga…

-->

June 27, 2008

Masih Seputar Hasil UAN 2008: Bagus Tapi Tak Membanggakan

Filed under: Aku dan Pikiranku, Sketsa, Siswa, Guru, Belajar - gempur @ 10:38

Kemeriahan prosesi wisuda siswa-i SMAN 11 Surabaya sabtu, 21 Juni 2008 lalu menyisakan beberapa catatan penting yang perlu saya utarakan di sini. Sekadar untuk berbagi dan saling bersilaturahmi. Wisuda yang diselenggarakan dengan meminjam salah satu gedung Universitas Swasta di bilangan Surabaya Selatan ini cukup bersejarah bagi SMAN 11 Surabaya, di mana salah satu prosesi wisuda dengan suasana agak megah dan dipadu dengan khidmatnya acara.

Satu hal yang mengganjal dalam rangakaian prosesi wisuda adalah saat penganugerahan siswa-i peraih nilai tertinggi UN, di mana beberapa siswa yang mendapatkan penghargaan itu tak kunjung naik ke podium saat nama mereka dipanggil untuk menerima penghargaan. Akhirnya, dengan sedikit pemaksaan [secara halus], mereka mau naik ke podium.

Pertanyaannya adalah kenapa mereka tak mau naik ke podium dengan penuh kebanggaan? Seharusnya, ketika terpilih menjadi siswa peraih nilai terbaik merupakan hal membanggakan. Lah ini malah tidak sama sekali. Pertanyaan yang sudah diketahui jawabnya oleh seluruh hadirin dan menjadi rahasia publik.

Alasannya, mereka malu menerima penganugerahan itu mengingat mereka sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa hasil yang mereka capai bukanlah hasil murni yang mereka upayakan dan tentu sangat tidak membanggakan. Mereka sadar, prosesi UN 2008 yang telah mereka lalui bukanlah upaya mereka murni, terlebih hasil nilai yang tampak di depan mata mereka sepertinya nilai mimpi. Nilai siswa-i di atas rata-rata pencapaian mereka selama bersekolah di SMAN 11 Surabaya.

Ya, ternyata siswa-i masih memiliki nurani, hasil UN 2008 mereka boleh jadi bagus, tapi tak membanggakan sama sekali, kecuali mereka yang benar-benar mendapatkannya dengan sungguh-sungguh. Lantas, pertanyaan berikutnya adalah apa bisa hasil UN dijadikan standar nasional untuk pemetaan mutu sekolah? Wallahu A’lam. 

-->

June 4, 2008

Apakah Hasil UN 2008 Menggembirakan?

Filed under: Aku dan Pikiranku, Guru, Belajar - gempur @ 19:03

Hasil UN 2008 menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat dan rakyat Indonesia. Bagaimana tidak?! Kontroversi dari tahun ke tahun mendera dan tak lepas dari perhelatan akbar ini. Paling tidak, tahun ini sudah membuat banyak siswa stress kalang kabut dengan enam mata pelajaran yang diujikan.

Pengalaman April 2008 kemarin, menjaga ujian nasional tak sesulit menjaga ujian sekolah biasa. Bisa dikata sama saja bahkan mungkin lebih mudah. Ketakutan siswa menjadi modal awal untuk lebih mudah mengontrol ruangan, dengan sekali lirikan, siswa sudah paham akan maknanya. Tapi, apakah selamanya demikian? Ternyata tidak! Justeru ketakutan itu menjadi masalah bagi pengawas. Segala daya dan upaya dlakukan oleh siswa untuk mencapai kelulusan. Dari cara paling klasik hingga cara paling terkini. Tergantung dari pengawas, apakah sempat beradaptasi sehingga mengerti teknik terkini dalam mendeteksi siswa atau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu atau memang sengaja benar-benar cuek.

Kepedulian pengawas akan tugasnya sangat menentukan hasil pencapaian siswa dalam ujian nasional. Bisa jadi kebanyakan siswa tak lulus jika pengawas melaksanakan tugasnya dengan benar dan sesuai dengan juknis yang ada. Sebaliknya, jika pengawas tak serius, bisa jadi sebagian besar lulus. Meski peran mereka tak seratus persen menentukan kelulusan. Kembali pada siswa selaku subyek yang mengerjakan ujian.

Melihat persyaratan Ujian Nasional tahun ini, sepertinya lebih banyak memberi kemungkinan buruk akan terjadi. Misal, tidak lulusnya siswa tahun ini akan lebih banyak dari tahun kemarin. Bisa dimaklumi jika alat ukur yang dipakai adalah bertambahnya jumlah mata pelajaran yang diprediksi akan menyumbang angka ketidaklulusan yang tinggi di samping rata-rata yang meningkat dari pada tahun lalu.

Meski ikut merasakan kecemasan yang dialami oleh siswa, saya pribadi berharap, semua bisa lulus sesuai dengan apa yang memang telah mereka upayakan. Tidak ada kejadian buruk yang mengakibatkan dunia ini lantas kiamat. Naudzubillah. Mudah-mudahan bangsa ini dikarunia pengertian dan kesabaran yang lebih lagi akan hakikat pendidikan yang bermuara pada-Nya. Karena semua ilmu adalah milik-Nya.

-->

November 29, 2006

Blog Guru

Filed under: Guru - gempur @ 9:18

Blog Guru dan Teman
 
  1. Ndaruworo, S.Pd. [Matematika]
  2. Dwi Agus Djoko Hartono [Kimia]
  3. Edi Purwanto Silo Wardoyo [TIK]
  4. Nasrul Ajib, S.Pd. [Bahasa Inggris]
  5. Andre Tri Laksono

-->
    

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph