Kopdar dengan blogger surabaya yang tergabung dalam TPC merupakan kopdar ke-2 yang saya ikuti. Tema kali ini membentuk kepengurusan dan mendeskripsikan "arah perjuangan" TPC.
Perjalanan yang saya tempuh untuk mencapai lokasi sebenarnya sangat biasa dan jalur rutin yang saya lewati kalau mau jalan-jalan dengan keluarga. Hanya, menjadi aneh dan luar biasa ketika jam pertemuannya berkejaran dengan jam lembur saya yang baru selesai jam 18.10. Harus pulang dulu, pamitan dan berangkat lagi. Celakanya, di tengah perjalanan, ban bocor, tepatnya di jalan Tanjungsari kompleks industri di kawasan barat. Dalam hati, berat benar ujian yang harus dilalui sekedar untuk kopdar.
Menunggu agak lama karena tuang tambalnya kurang profesional di dukung penerangan jalan yang temaram. Lengkap sudah. Akhirnya saya pasrah, menunggu hingga jam 7.48. Selesai, bayar, kabur, tancap gas kencang-kencang. Sampelah di parkiran WTC, terus terang, saya merasa bersalah pada ANAS yang rela menunggu saya untuk masuk ke lokasi pertemuan.
Jumpa anas, langsung saya masuk dan jreeeeeng, muka-muka para seleb blog yang pada serius sudah menghadang saya di sebelah pintu masuk. Tapi, saya sungguh beruntung, seriusnya ilang jadi senyum tersungging, apalagi ada edipsw, kolega saya di medan laga.
Segera saja saya membaur dengan suasana diskusi yang berlangsung seru tersebut. Ada mas Anang sang seleb yang doyan senyum, di sebelahnya mas cempluk dan sebelahnya lagi swiwi ratu kopdar. Di paling ujung kiri, manusia sederhana juga murah senyum, khuclukz, trus mas Jie, sang Hiro Nakamura, di sebelahnya ada mas Dion, the Deteksi, sebelahnya lagi mas edipsw, trus anas, saya dan terakhir Mas Arul si pecandu blog yang tebawa anging mamiri ke surabaya.
[Untuk Mas Arul, sorry, kita berdua gak kebagian foto!!]
Pembicaraan sudah sampai ke bagi-bagi tugas, saya langsung aja memilih bagian sosial, tak tahu nanti kesepakatannya mau kerja apa, yang penting berpartisipasi. Beberapa usulan teknis manajemen site, anggota, posting de el el diperbincangkan dengan serius. Hasil pembicaraan bisa klik link ini.
Pada kesempatan itu pula, saya sampaikan sedikit tentang mencari format jati diri TPC, gambaran saya ke depan, saya hanya ingin TPC memberikan kontribusi yang nyata bagi keberlangsungan Surabaya, sumbangsih pemikiran-pemikiran para blogger TPC memberi manfaat yang jelas. TPC memiliki bargaining position dan bargaining power yang kuat dan diperhitungkan dalam setiap proses menjadi Surabaya yang lebih baik khususnya dan menjadi Indonesia yang lebih baik pada umumnya.
Saya pikir naif jika membentuk komunitas tanpa memiliki peran dan kontribusi bagi sekitarnya, terlebih ada embel-embel Surabaya di belakang nama komunitas. Mudah-mudahan setitik harapan ini bisa mendapat tempat persemaian yang bagus, yang nantinya menjadi kuntum dan bunga serta berbuah manfaat untuk Surabaya dan Indonesia.
Selamat Berjuang, Kawan!