LEMBARAN BARU
Setelah melalui prosesi tahun baru yang melelahkan hingga menyebabkan saya istirahat di rumah selama 3 hari tidak masuk kerja dan melalui proses yang melelahkan, saya akhirnya memutuskan untuk mengubah cara nge-blog saya.
CARA LAMA [BLOGGING Ver.1.07]
Pertama
Melakukan blogging untuk pembelajaran dan sekedar menuliskan apa yang memang menurut hati saya layak untuk dikeluarkan tanpa mempertimbangkan apa manfaat bagi diri sendiri juga untuk orang lain. Layak konsumsi apa tidak. Mengingat, kebanyakan posting blog saya selama ini lebih banyak mengungkap keseharian saya dengan aktifitas pengajaran dan murid-murid saya tanpa mempertimbangkan pembaca lain yang mungkin merasa tak perlu mampir apalagi berkomentar. La wong isinya ya itu-itu aja. hahahahahahaha
Kedua
Posting artikel yang bersifat umum dengan tema sosial seringkali membawa pesan yang absurd dan sering terasa melawan mainstream, sehingga menurut beberapa kawan dekat, layak untuk dirombak. Istilah kawan saya, ‘mending jangan menggempur orang lain, gempur saja dirimu sendiri’.
Ketiga
Beberapa posting dirasa oleh kawan dekat saya terlalu menggurui dan terlalu gamblang dalam bersikap. Masih menurut mereka, ‘masih ingat kaidah sastra yang dianggap baik? sastra yang baik selalu mengembalikan penilaian kepada nurani pembaca, hasil akhir serahkan pada pembaca, jangan medikte pembaca apalagi menggurui, santunlah dalam menyampaikan karena itu kunci silaturrahim yang sukses’. Dan masih panjang lagi kata-katanya, namun, saya menyadari, bahwa saya selama ini terlalu ekspresif dalam bersikap. Bahkan reaksioner tanpa pikir panjang, blak-blakan cenderung menyakiti hati. Tentunya bagi yang terserang dengan artikel saya.
Untuk itu, dengan ini saya luncurkan nge-Blog cara baru, jelasnya untuk saya pribadi bukan untuk orang lain. Meski tentunya, cara saya ini sudah pernah digunakan oleh orang lain. Tapi, jelas baru bagi saya untuk memberi arah yang jelas dalam blogging.
CARA BARU [BLOGGING Ver.2.08]
Pertama
Saya menetapkan, tahun 2008 sebagai tahun kembali belajar, membaca dan menuliskan kembali hasil membaca saya untuk kemudian didiskusikan. Oleh karenanya, mesti harus ada kategori ‘belajar’ dan ‘diskusi’ untuk artikel saya. Aktifitas ‘membaca’ itu sendiri bisa diartikan sebagai ‘membaca’ dalam arti ‘harfiah’ yang mudah-mudahan memiliki porsi 75%, sementara membaca dalam arti kontekstual, membaca keadaan, lingkungan, situasi dan kondisi yang ada di sekitar saya yang akan memiliki porsi 25%. Walaupun sulit dalam praktiknya, saya tetap optimis untuk memulainya. SAYA HARUS BELAJAR MEMBACA LAGI. Salah satu aktifitas yang terkait dengan membaca adalah membaca artikel dari blog. Tentunya artikel yang syarat muatan ilmu dan mengundang diskusi yang menarik. Untuk yang satu ini, jelas saya terinspirasi Bung STR, meski blog-nya sudah collapse ganti yang baru, namun isinya sarat ilmu dan menarik untuk didiskusikan.
Kedua
Saya putuskan untuk membuat artikel berkaitan dengan dosa-dosa saya. Tentunya sulit, Bunuh Diri namanya, tidak ada ceritanya orang menulis mengungkap kebobrokannya sendiri. Yang ada menulis kebaikan diri sendiri dan jelasnya pembentukan citra. Tapi, tahun ini saya ingin berbeda. Saya ingin mengungkap sisi gelap seorang yang bernama gempur.
Ketiga
Saya ingin kembali menekuni dunia sastra yang dulu sungguh sangat saya cintai. Meski terbatas sekedar menjadi penikmat dan bukan penghasil karya sastra. Kecintaan itu masih membekas dalam diri saya meski kini sudah jarang bahkan tak pernah untuk sekedar membaca teks sastra apalagi menghasilkannya. Karena, sastra bukanlah karya biasa menurut saya. Karya yang dilahirkan dari segenap hati dan jiwa pembuatnya. Untuk memulainya, saya akan kembali belajar membaca teks sastra, kalau perlu mampu menghasilkannya. Yang ini saya bercermin pada pak Sawali, terinspirasi pak Kurtubi yang bikin cerpen dan puisi, yang juga tak lepas dari peran pak Aljupri dan Pak Ersis yang secara khusus mengadakan lomba puisi cinta.
Keempat
Tahun ini, saya akan memulai belajar menulis dengan bahasa yang lebih halus, berharap menjadi orang yang terlihat lebih ‘sok’ bijak dalam melihat sesuatu. Satu hal lagi, saya berharap bisa lebih humoris lagi dalam menulis. Humoris tentunya memiliki rasa tersendiri. Meski sulit, tetap saya upayakan menuju ke sana. Nah, yang ini jelas ciri khas para budayawan dan tentu salah satunya milik pak sawali, otokritik yang menyejukkan.
Terakhir, semua tak lepas dari aktifitas ‘menulis’ yang kata pak Ersis itu mudah, dan memang sebenarnya sangat mudah. Hanya yang sulit adalah kemasannya dan muatan berbobot yang menjadikannya harus dipikir ulang bagaimana cara menyajikannya.
Wallahu A’lam

Kampanye JACP




edratna berkata:
Saya juga tak tahu cara menulis blog yang baik. Jika menulis makalah untuk dipresentasikan dan dinilai, topiknya harus up to date, menarik, seperti halnya magnet, yang membuat setiap orang ingin diskusi….ini aturan pelatihan dan pendidikan ditempatku.
Dari postingan di blogku, yang menuai banyak komentar adalah yang santai, yang pembaca merasa terlibat dan merasa punya kesamaan, sehingga bisa komentar. Menulisnya lebih mudah, karena memang tulisan santai.
Tulisan yang “agak serius” namun di buat santai, menulisnya perlu waktu, agar tak menjadikan salah persepsi. Pengunjungnya banyak (karena merupakan ilmu), tapi yang komentar nyaris tak ada.
Jadi sebetulnya kita tinggal memilih, mau seperti apa? Saran saya, tak perlu buat yang kontroversial (yg komentar banyak), tapi buatlah sesuatu yang berguna bagi orang lain, entah dibaca apa tidak….karena ini bisa merupakan amal anda.
— January 4, 2008 @ 7:01
Ersis W. Abbas berkata:
*Maz Gempur: Yah mudah. Pendidikan dan mindset kita telah terpola how to know bukan how to do. Teori melulu, ini-itu, bukan menjadikan kita manusia. Lihat tu semakin banyak PT pertanian, hutan gundul. Lulusan terbaik tehnik jadi buruh di MNC, guru sastra ngajarkan Shakespire sampai Rabinranat Tagore, nulisnya mandul. Kita kita rubah dengan melakukan, seperti Rasulullah. Teori itu adalah amanah dari Allah SWT.
*Edratna Saya juga tak tahu cara menulis blog yang baik. Jika menulis makalah untuk dipresentasikan dan dinilai, topiknya harus up to date, menarik, seperti halnya magnet, yang membuat setiap orang ingin diskusi ….
Saya setuju ini, biara saja orang menilai dan menikmati. Teori itu perlu tapi tidak penting, karena bisa jadi belenggu. Sebelum ada teori yang ada adala pikiran, dan teori bukankah formulasi pikiran?
— January 4, 2008 @ 7:48
bedh berkata:
wah semangat nya keren nih.
dukung deh.
di tunggu karya sastranya.
jangan biarin apinya padam yah om.
saya harus banyak belajarnih di sini.
:D
— January 4, 2008 @ 8:49
Praditya berkata:
Saya sampe sekarang blom bisa nulis bagus…
— January 4, 2008 @ 13:26
sawali tuhusetya berkata:
tetap semangat ngeblognya pak gempur. masukan temen2 saya kira bagus juga. tapi visi ngeblog memang * halah * perlu dipertajam. mao dibawa ke mana, sekadar blog untuk curhat, berbagi, berdiskusi, atau brainstorming. * jadi malu sok tahu * kalo saya sih apa pun bisa ditulis kok pak. sastra ok, artikel iptek nggak masalah, bahkan curhat pun mantab. yang penting dijaga adalah mengikat hati pengunjung dg istiqomah mengupdate tulisan terbaru. saya yakin blog pak gempur dah ok banget. ttg style pak gempur yang ceplas-ceplos justru itu yang saya sukai kok, hehehehe
di luar mainstream? walah, saya kira pengunjung saat ini dah pada cerdas, pak, bisa mbedain postingan yang hanya cari sensasi atau yang bener2 ingin melakukan sebuah perubahan. * walah, maaf kok jadi ngelantur nih *
pokoknya salam ngeblog, pak, dan tetap semangat!! mantab abis
— January 4, 2008 @ 13:52
LiSan Skywalker berkata:
Wah kalo gitu aku tunggu postingan versi baroenya niey o
— January 4, 2008 @ 15:13
Siti Jenang berkata:
mantap! saya ikut mendukung. boleh liat juga konsep saya tahun ini buat referensi
— January 4, 2008 @ 16:25
verlita berkata:
gaya nulis saya kayak gmn yah?
( kapan yah bisa nulis yang bagus dan berbobot? *wondering mode: on
yg pasti ga berbobot!!
— January 4, 2008 @ 17:05
hadi arr berkata:
lembaran baru, pasti bakal lebih seru
kami siap menunggu postingan baru.
— January 4, 2008 @ 17:41
STR berkata:
intinya, kalo mau jadi bloger itu harus visioner! halah
— January 4, 2008 @ 18:06
Gempur berkata:
# edratna
Kalo harus artikel blog uptodate dengan berita yang ada di media massa, banyak yang akan mengira, “ah, ini blog cuman ingin mendulang rating” hehehehehehehe… Tapi, tak apalah, dari pada tak ada yang ditulis.. dan kalau sebuah artikel/makalah harus menarik karena itu adalah aturan pelatihan dan pendidkan di tempat ibu, mbok saya boleh dikasih panduannya bu, pliiiiisssss! Matur nuwun sebelumnya..
Yup, dan itu yang populer di kalangan para bloger, hehehehehehehe, termasuk saya, seringkali meninggalkan komentar normatif.. hahahahahahahaha.. Tapi, memang itulah saya, sukanya yang gak merepotkan.. Kalo pengalaman saya, artikel keras, kadang nyleneh, pasti jarang dan sepi komentar.. Tapi, dasar saya yang bukan seleb blog blog kali yah?! Saya sendiri ingin lebih serius membaca dan berdiskusi di blog.. Tapi, kadangkala terbersit rasa enggan dan malu bahkan gengsi kalau dikatakan gak kredibel dan gak pinter.. hahahahahahahaha… soalnya kalo bener2 terjadi diskusi terbuka dan serius, pasti ketahuan siapa yang lebih dari siapa.. hahahahahahaha..
Saya bikin yang kontroversial justru tak mendulang komentar.. hahahahahahahahahaha…
# Ersis W. Abbas
Yah, namanya juga sekolah pak! Kapan sih ada ruang bebas untuk praktik! Kurikulum negeri ini ingin menjadikan anak bangsa seperti SUPERMAN, kebanyakan beban, teori mulu, ruang praksis dan sosialisasi jadi minim.. Malah, di kampus sastra lebih banyak dikembangkan menjadi pengamat sastra, bukan penghasil sastra lho pak! tapi, harus diakui, kalo mereka jago menulis artikel/makalah tapi tak jago sastra.. Karena memang sastra membutuhkan tangan yang berbeda dalam mengolahnya…
# bedh
halah, sampean itu bisa aja.. saya ini masih kudu banyak belajar.. Guru-guru cyber sudah bertebaran dan menunjukkan eksistensinya..
Makasih atas supportnya.. okeh, saya kan mulai menulis lagi sajak-sajak dan cerpen.. * padahal dulu tak pernah bisa.. hahahahahaha… *
# Praditya
Jangan merendah gitu, ah! buktinya, di tangan sampean, blog bisa begitu rame dan aktif.. berarti khan tulisannya membumi.. juga melangit seperti pak sawali dan pak kurtubi… la sementara saya, nyungsep ke dasar jurang.. hahahahahahaha
# sawali tuhusetya
Ini yang saya maksud, pencerahan datangnya gak di mana dan ke mana, santunnya njenengan itu loh yang bikin saya iri abiz.. visi dalam blogging sedang saya godog ulang, meski jelas sebenarnya tercantum di header blog saya. Saya bahkan ingin berganti nama dari ‘Gempur’ menjadi entah apa.. karena nama ini mengisyaratkan semangat sekaligus kekerasan.. hehehehehehe.. tapi, itu yang mewakili hati dan pikiran saya, istiqomah untuk ‘menggempur’ pikiran dan aksi jahat diri saya..hehehehehe…
Tetep semua akan berjalan seperti sedia kala pak! hanya porsi dan gaya bahasa yang akan saya asah lagi.. Sebenarnya ingin tetap seperti yang kemarin: Memungut remah-remah remeh kehidupan untuk membangun kembali makhluk yang bernama manusia dan kemanusiaan.. Tetap membicarakan yang remeh-remeh tapi tetap untuk konstruktif. Hanya mungkin derajat remeh itu harus ditingkatkan ya pak?! Agar tak lagi menjadi remeh! hehehehehe
# LiSan Skywalker
OKe, makasih, ini sedang dalam taraf pengerjaan, tunggu aja sambil minum teh atau tidur hehehehehe.. yang jelas butuh waktu penyesuaian.. mohon maklum..
# Siti Jenang berkata
Oke banget konsepnya, Pak! tapi saya tak berani sejauh itu untuk sementara ini.. takut mandeg di tengah jalan, saya belum realistik menerapkan konsepnya, meski kalaupun bisa, tak bisa kontinyu.. maklum pak, terlalu cethek ilmu saya.. hehehehehe
# verlita
Halah, ini juga.. la wong tulisan dah sip gitu kok dibilang gak berbobot.. saya juga masih kudu banyak belajar kok, mari tetapkan tahun ini sebagai tahun kembali belajar.. hehehehe.. soale, tahun kemarin saya malas belajar..
# hadi arr
Jadi malu nih! seniman kondang dah mampir ke sini.. ampuuuunnnn, serius saya malu…
# STR
Akhirnya, njenengan bangkit dari kubur juga! hahahahahahahaha.. Salut tenan karo sampean, istilahnya ‘progressive revoluisoner’.. teringat masa muda saya dulu yang sungguh jauh dari sampean hahahahahahahaha.. Butuh berjuta-juta STR untuk membuat bangsa ini bangkit lhooo.. percaya saya..! Oke deh, saya akan belajar menjadi orang yang lebih visioner.. hahahahaha
— January 4, 2008 @ 19:46
hanna berkata:
saya dukung banget pak…
sebenernya dari kacamata saya yang silinder setengah dan minus seperempat ini..blog bapak selama ini bagus..
terkesan sangat jujur, lugas dan tidak bertele tele.
saya sering menemukan kejutan mengasyikkan dari posting yang sudah sudah…walau ya agak monoton..tapi terima kasih sanget buat bapak yang sudah sukses membuat saya ingin belajar menulis…
walaupun sampai saat ini saya tidak hanya belum mampu menulis blog dengan baik…
bahkan menulis segala hal yang saya pikirkan pun selalu kocar kacir gak karuan…
karena itu saya agak sungkan mereparasi blog saya yang gak menarik blas itu…
mencibir pada muka sendiri,, sadar kalau menulis bukan hal yang mudah,,dan tidak mau membuat orang tambah bingung dengan tulisan saya..
saya belajar,,,menulis apapun yang saya pikirkan,,,trus mulai nimbrung di forum lingkar pena…walau cuma ikut sekali,,,saya mau ikut lagi…bapak mau ikut?
— January 4, 2008 @ 19:52
gempur berkata:
# Hanna:
Makasih dukungannya.. Kamu memang pengunjung dan pembaca sekaligus muridku sing paling setia hahahahahahaha
Jangan bilang menulis itu sulit, tak lapornkan ke Pak Ersis lhoo hehehehehe…
Mau dong ikutan lingkar pena… link-nya mana?
— January 4, 2008 @ 20:01
chiw berkata:
ada yang terlewat, Pak Guru! – meracuni murid ngeblog supaya lupa dengan pelajaran. Sungguh! itu adalah propaganda yahudi dan amrik serikat untuk merusak bangsa indonesia!
dibantai
— January 4, 2008 @ 22:20
antar pulau berkata:
cara lama jgn langsung ditinggalkan secara drastis….
pasti nanti suatu saat akan diperlukan dimasa-masa yg akan datang….
— January 5, 2008 @ 2:33
ario dipoyono berkata:
tahun baru… cara ngblog juga baru yah.
Sukses deh
— January 5, 2008 @ 11:10
gempur berkata:
# Chiw: ini komentar pembalasan yaaaa? Ampun deh kalo dah kena serangan balik seperti ini… hahahahahaha
# antar pulau: Oke mas! sepakat, namanya aja versi upgrade, pasti masih menggunakan versi sebelumnya.. yg jelas bug dan error code harus diberesin.. bukan begitu?!
# Ariodipoyono: makasih mas! blognya bagus lohh!
— January 5, 2008 @ 12:23
desi berkata:
saya setuju banget neh,,,ma pendapat bapak
saya seringkali mempunyai kata-kata atau suatu pemikiran akan hal yang ingin saya tulis.Tapi, selalu di saat yang nggak tepat.Misalnya, saya sedang mengalami suatu kejadin, nah,,,pasti ada kata-kata yang muncul di benak saya yang membuat saya ingin menuliskannya.Nah di saat seperti itu nggak ada barang yang di buat nulis.
Enak paling ya, kalaw kita punya laptop,,,,bisa nulis kapan saja, dan bisa dimana saja toh…..
— January 5, 2008 @ 13:18
Kurt berkata:
huwahahahahah… bakalan gempurannya makin terasa. Kalau dulu menggempur orang lain sekarang ada keinginan menggempur diri sendiri.. hhihih kaya apa kang nantinya nih.
— January 5, 2008 @ 13:44
Kurt berkata:
Rupanya serius sekali nih kang Gembur bakalan berkolaborasi dengan bognya heheh …
tapi kang inget benwithnya … tapi kalau gratisan sih ra opo2. Ohya kang, kenapa tidak diganti wp sajah… mungkin kalau wp bakalan bisa dilihat di botd.wordpress.com atau www.id.wordpress.com di sana akan ketahuan siapa2 yang menduduki top post hari ini…
terus pake wp bisa diliaht rssnya… ah saya sok tahu nih, padahal baru ngeh kalau ada id.wp
— January 5, 2008 @ 13:53
gempur berkata:
# desi:
sebenarnya pake hp juga bisa khan?! dulu sebelum punya PDA, saya pake hp untuk mencatat ide2 yang muncul. Baru setelah nyampe rumah, cari kertasa atau langsung buka kompi trus mengetikkannya… bisa dicoba tuh!
# Kurt:
Bentar lagi menggempur diri sendiri akan ditabuh genderangnya, postingannya sudah siap diluncurkan.. njenengan tunggu ajah!
Sejujurnya, saya pengen pindah rumah, sudah ada di wordpress yang gratisan, bahkan hosting pun sudah ada tawaran yng murah meriah.. tapi apa daya, saya sangat menyayangi blog ini.. hehehehe
— January 5, 2008 @ 14:22
alief berkata:
urutan versinya tuh dibuat berdasar apa?
— January 5, 2008 @ 16:20
gempur berkata:
# alief: berdasar urutan dan tahun..
— January 5, 2008 @ 16:25
Totok Sugianto berkata:
saya ngeblog juga baru belajar, tulisan saya mengalir saja kadang aturan tata bahasa maupun kaidah penulisan terlanggar total. dengan terus menulis mungkin nanti jadi makin rapi dan semoga semakin bagus hehehe..
— January 5, 2008 @ 19:11
rizky berkata:
hidup selalu penuh dengan pembelajaran,
setiap hari semakin berkembang dan lebih baik,seharusnya.
semoga blog bapak seperti yang bapak harapkan
— January 5, 2008 @ 19:54
gempur berkata:
# Totok Sugianto: halah, la wong saya juga belajar lagi kok pak! hehehehehehehe.. Semoga harapan njenengan dan saya terkabul.. amin..
# rizky: Amin, makasih supportnya yaa! Semoga rizky juga lebih baik dari tahun sebelumnya.. Amin.
— January 6, 2008 @ 1:30
khuclukz berkata:
sip-sip, seandainya saja khuclukz bisa nulis sebagus pak gempur, mungkin bukan lagi khuclukz.com.. tapi apa yakz!!
— January 6, 2008 @ 2:12
papa evan berkata:
saya menulis atas nama Evan..Agak aneh ya..
oya maap pak guru, saya baru mampir di blog anda sekarang.
soalnya lagi sakit. sekarang jg belum sembuh benar.
salam kenal ya.
— January 6, 2008 @ 13:08
deteksi berkata:
wah.. pak guru punya cara baru yg pantas ditiru.. :d
— January 8, 2008 @ 18:46
nFath berkata:
Semangat pak!!
— January 10, 2008 @ 9:29
firstday berkata:
nice blog… For girls looking for partner?
— May 16, 2008 @ 7:26