Menjelang Tahun Baru 2008
Saya ingin Mati Sejenak dari Hiruk Pikuk.
Saya Gali Lubang Kubur Saya Sendiri.
Mengenang sedemikian banyak kejadian, menjadikan saya tak mampu mengungkapkan isi kepala dan hati saya. Bencana itu kini menimpa saya. Saya songsong kematian sejenak dan menggali kuburan saya sendiri untuk lebih memerdekakan pikiran dan hati. Selamat menikmati pergantian tahun.


Kampanye JACP




Heppi Nyu Yer…
Jangan lupa bangun lagi yah…
Comment by Praditya — December 31, 2007 @ 1:08
Pak, maap ya atas semua kesalahan kami(x-1 khususnya), semoga di tahun yang baru kita semua dapat menjadi orang yang berguna.
oia jangan lupa kunjungin blognya x-1
Comment by Yan azmi — December 31, 2007 @ 11:50
tahun baru,....
ketika itu semiua orang berteriak tentang perubahan,
nyatanya hidup nmereka tak berubah,terkurung dalam kebiasaan semu tiada henti.
cukuplah kita merenung dulu sebelum berbuat,jangan asal berubah,
dan juga berdoa atas senua bencana negeri kita,semoga kita sadar.
selamat tahun baru 2008
give your life a big and good change
Comment by rizky — December 31, 2007 @ 13:36
selamat tahun baru 2008, pak gempur, mudah2an 2008 menjadi tahun keberuntungan buat bangsa kita.
mau hiatus ya, pak?
BTW,kok menakutkan sekali, pak, mau menggali lubang kubur, hehehehe
Comment by sawali tuhusetya — December 31, 2007 @ 17:00
salam kenal… kunjungan balasan aahh..
Comment by Siti Jenang — December 31, 2007 @ 19:02
Selamat menikmati hujan juga! (diluar lagi hujan soalnya, jadinya gak kemana2)
Comment by ridu — December 31, 2007 @ 21:00
Selamat tahun baru 2008. Ntar dulu maksdunya apa nih apa istrirahat dulu (hiatus) atau maksudnya dikubur apa2 yang lama (dosa prasangka dan segala niat yang tidak baik) kemudian menyongsong tahun baru dengan segala yang baru …
sah semoga analisaku benar, bukan hiatus maksudnya.. dan musibah itu adalah kesadaran diri akan segala hal. Tapi jika salah yaa saya ikut bersedih…
Comment by Kurt — December 31, 2007 @ 22:31
happy new year 2008, tahun baru kemana pak?
keluar kota ya pak? duh ajak 2 dunkz pak he3x..
sekali lagi ku ucapan kan bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, namun yg diataslah yg akan menentukan.
untuk itu disaat apa yg diharapkan tidak kesampaian, cobalah tuk tegar dan tetap menikmati hidup apa adanya. karena suatu saat akan datang keajaiban didlm hidup kita nantinya.
Comment by naychan — December 31, 2007 @ 23:07
sampean kenapa? pusing ta?
kok kelihatannya bingung banget, kalo lagi banyak masalah paling enak ya mendiamkan diri sambil menangis mungkin. tapi itu sih terserah sampean, aku hanya nyarankan aja.
Comment by ibnumalik — December 31, 2007 @ 23:10
Met tahun baru oM
Comment by aLe — January 1, 2008 @ 2:02
@ All: Terima kasih kepada semua peziarah yang telah mengiringi kepergian saya ke lubang kubur, terutama pada mereka yang telah mengiringi dengan do’a dan semangat pencerahan.
Comment by gempur — January 1, 2008 @ 3:06
met tahun baru boss
Comment by dodot — January 1, 2008 @ 8:05
Kirain pindah ke WP sekalian he he
Comment by Ersis W. Abbas — January 1, 2008 @ 11:29
Salam kenal di tahun baru….
Comment by mathematicse — January 1, 2008 @ 14:52
@ Praditya: Insya Allah bangkit lagi, Mas!
@ Yan Azmi: sama2, saya juga mohon dimaafkan..
@ rizky: mudah2an kita berubah ke arah yang lebih baik
@ sawali tuhusetya: Amin Allahumma Amin.. apanya yang menakutkan pak? Tidak hiatus kok pak! hanya ada sesuatu yang harus diselesaikan
@ Siti Jenang: Matur nuwun pak kunjungan balasannya..
@ Ridu: di Surabaya, malam tahun baru tidak hujan, mas! makanya rame banget!
@ Kurt: pak kurt benar, saya iingin istirahat sejenak.. hehehehe.. nanti di bawah ada penjelasannya
@ Ibnu Malik: hehehehe makasih sarannya.. saya coba entar..
@ ale+dodot: Met tahun baru juga, Mas!
@ Ersis WA: Ndak kok pak! blogsome udah wp kok engine-nya
@ mathematicse: selamat kenal juga,pak! tahun baru kenalan baru, sodara baru.. amin
Comment by gempur — January 1, 2008 @ 15:36
Penjelasan Pertama
Sepanjang tahun 2007, saya menghitung dosa-dosa yang telah tercatat pada buku amal saya.. Setelah saya perkirakan, dosa saya amat jauh lebih besar dengan kebaikan yang telah saya lakukan. Untuk itu, saya ingin mati sejenak, menggali kubur saya sendiri. Untuk sekedar kontemplasi bagaimana rasanya mati dan bagaimana rasanya mendekam di alam kubur.
Saya merasa, momentum tahun baru yang tiap tahun dirayakan dengan ‘parade kebisingan dan polusi’ ternyata tidak sesuai dengan jiwa dan karakter saya. Saya merinding, bagaimana mungkin di penghujung dan awal tahun baru saya menorehkan akhir yang buruk sekaligus awal yang buruk.
Saya tak hendak sok suci, justeru karena dosa saya yang sekian banyak menumpuk menjadikan saya antipati dengan ‘parade kebodohan’ yang menjadikan saya semakin bodoh dan tersesat. Maaf, jika istilah yang saya gunakan menohok perasaan, karena hanya istilah itu yang pas untuk mencambuk diri saya, pas untuk diri saya. Dan jelas bukan orang lain. Maka, jika saya ikut parade dalam perayaan tahun baru, itu artinya saya ‘bodoh’, ‘tersesat’ dan ‘semakin terjerumus dalam dosa’. Sekali lagi itu saya, bukan orang lain.
Boleh jadi, ‘bodoh dan tersesat’ bagi saya adalah ‘cerdas dan tercerahkan’ bagi orang lain. Masing-masing jiwa memiliki kecenderungan yang berbeda. Jika ada orang lain yang bahagia dengan menggeber motor sambil unjuk kekuatan dan menghadang pengguna jalan yang lain, maka bagi saya itu penderitaan. Setiap orang berhak memilih jalan kebenarannya masing-masing. Itulah kenapa saya menggali kubur saya sendiri untuk bersembunyi dan melarikan diri dari segala hiruk pikuk yang ada.
Saya merasa tenteram dalam lubang kubur saya yang saya nikmati seharian semalaman. Merasakan damai di dalamnya. Sambil meratapi dosa-dosa yang telah saya perbuat. Pada menjelang subuh, fajar tahun baru, saya hanya bisa berdo’a, berharap tahun ini akan lebih baik dari tahun kemarin. Tahun ini segala kebaikan tercurah pada diri saya untuk menutup keburukan yang sudah saya lakukan di tahun sebelumnya.
[bersambung]
Comment by gempur — January 1, 2008 @ 15:37
met tahun baru mas!!
saya juga pengen mati sebentar dari hiruk pikuk
(haiah)
Comment by khuclukz — January 1, 2008 @ 19:50
met tahun baru cak.. mari introspeksi dan merenung sejenak.. apa yang tlah kita lakukan….
Comment by Anang — January 1, 2008 @ 22:54
meski gak ikut pesta..selamat taon baru mas..
Comment by evan — January 2, 2008 @ 1:10
selamat tahun baru mas !sukses buat pekerjaannya dan blog
Comment by nico kurnianto — January 2, 2008 @ 1:47
Met taon baru yah o
Comment by LiSan Skywalker — January 2, 2008 @ 5:22
selamat tahun baru mas…
Comment by Anas — January 2, 2008 @ 10:32
Selamat Tahun Baru, semoga kita diberi kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan yang lebih baik dibanding tahun sbelumnya.
Thanks telah mampir ke blog saya.
Btw, apa Gempur ini ayahnya dulu dari ITB ( maaf kalau salah)...jangan-jangan kita bertetangga.
Comment by edratna — January 2, 2008 @ 11:38
@ Khuclukz: tadi pagi saya sepertinya melihat sampean di stasiun gubeng, bener gak ya?!
@ Anang: yup mas! mari instropeksi diri, itu lbh baik!
@ Evan: malah bagus gak ikut pesta mas!
@ Nico: Amin, makasih mas Niko!
@ Lisan Skywalker: Oke makasih, sama2, met taun baru juga!
@ Anas: met taun baru juga!
@ Edratna: MAkasih buk kunjungannya, jadi merasa terhormat nih, Amin atas do’anya…... Ehmmm, maaf buk, ayah saya bukan orang ITB, hanya kuli kok.. hehehehehe.. tapi kita tetep tetangga, tetangga blog.. hehehehehehehe
Comment by gempur — January 2, 2008 @ 20:58
Penjelasan Kedua
Tak dapat dipungkiri dosa-dosa itu sedemikian menggunung, entah apa yang harus saya lakukan untuk menguranginya. Bahkan, saya mengira sebuah ‘utopi’ mengharapkan segunung dosa itu bisa hilang begitu saja.
Mau tak mau, saya beranjak dari tempat duduk saya untuk memikirkan cara paling efektif mengurangi dosa. Saya adalah penjelmaan dari berbagai karakter dosa yang pernah saya lakukan. Untuk itu, perlu upaya serius. Akhirnya saya menemukan cara yang mungkin efektif, yaitu dengan menggali lubang kubur bagi karakter dosa saya.
Dengan menguburnya, mudah2an ‘ia’ mati dan tenang di dalam kubur. Saya hanya berharap, dengan menguburnya dan mendo’akannya, ia tak akan mewarnai hidup saya kembali. Biar ‘ia’ yang lain yang mewarnai hidup saya di waktu mendatang. ‘ia’ yang mewakili karakter baik saya yang tumbuh subur.
Hanya, justru yang paling menakutkan, jika kemudian ‘ia’ yang saya kubur itu bangkit menjadi zombie dan justru menjadi lebih menakutkan bentuknya. Naudzubillah.
Comment by gempur — January 2, 2008 @ 21:01
sunyi dan sepi hidupku ditengah keramaian dunia
aku duduk tersudut mengucilkan diri
kulihat gelak tawa dan tangis derita
berkebalikan dan tak seimbang
hanya kulihat tak bisa kuulurkan tangan
untuk membenahi semuanya
dalam lubuk ketulusanku
kemunafikan hidupku menyeruak
memberontakingin hidup menemaniku
sedikit demi sedikit aku menggandengnya
dalam tiap hari yang kujalani
Comment by sumar — January 3, 2008 @ 7:07
Gali lubang kubur sendiri? apa ini sama dengan sedia payung sebelum hujan… ah biarlah …. toh semua pasti kembali ke … lubang kubur
Comment by kangguru — January 3, 2008 @ 12:20
selamat menyepi, nggak perlu jauh-jauh
ke dalam goa hati saja, hehehehe…
Comment by peyek — January 3, 2008 @ 20:00
bangun, pak. ini udah tanggal 3.
Comment by STR — January 3, 2008 @ 20:11
waduh ini udah tanggal berapa ya boss?
keep in progress
Comment by dodot — January 4, 2008 @ 1:25
@ All: makasih sudah diingatkan.. sekarang sdh tanggal 4/01/08.. 5 hari tanpa psoting.. heeemmmm mati kaleeee.. hehehehehe..
Comment by gempur — January 4, 2008 @ 6:53
wuih kata-katanya oi.. masuk…
keren….
kata-kata pembuka
Comment by evelyn — January 4, 2008 @ 19:06
# evelyn:
Masuk lubang kubur kok keren…! hahahahahahaha.. yang keren tuh masuk surga… * tambah cekiki’an *
Comment by gempur — January 4, 2008 @ 20:05
innalillahi wainna ilaihirroji’un…. kalo mau disholati bilang ya!
Comment by unis dan anas — January 5, 2008 @ 13:18
# anas dan unis:
perpaduan yang serasi, baru nyadar saya kalo dua nama itu digandengkan.. bisa jadi sinetron hahahahaha.. minta do’anya ajah! kemarin dah disholati kok! boleh juga klo sholat ghoib!
Comment by gempur — January 5, 2008 @ 13:43